√ Doa bercermin versi arab, latin , arti dan makna penjelasan lengkapnya

Bercermin merupakan hal yang sering kita lakukan, bisa dibilang bercermin sudah menjadi salah satu bagian penting yang tidak bisa dilewatkan pada keseharian kita.

Bercermin biasanya kita lakukan ketika sedang merias wajah atau ketika styling hijab kita. Bercermin juga kadang bisa memakan waktu yang tak sedikit, apalagi saat mau ke kondangan.

Berbagai macam cara manusia lakukan untuk mempercantik dirinya.

Misalkan, untuk memutihkan kulit biasanya kita menggunakan krim pemutih, memakai lipstik agar bibir terlihat lebih cerah dan merona, pakai eyeliner untuk mempertegas alis, bulu mata dilentikan, Menyesuaikan hijab agar lebih trendy, dan masih banyak lagi.

Setiap wanita berlomba – lomba untuk mempercantik diri mereka.

Tapi, seperti apa sih standard cantik itu?

Menurut banyak orang, standard cantik itu tubuh langsing, kulit putih bersih, hidung mancung, dan wajah mulus tak berjerawat.

Jika kita mempunyai semua itu, maka harusnya kita melakukan apa yang menjadi tema artikel kali ini. Yaitu bercermin, bercermin bukan hanya agar terlihat cantik dan rapi saja. Melainkan untuk bersyukur atau mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah Swt kepada kita.

Karena Allah telah memberikan kita nikmat berbentuk tubuh sempurna dari pada makhluk lainnya.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat At-Tin ayat 4 yang berbunyi:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya:
“Dan sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” ( QS At-Tin : 4 ).
Allah juga berfirman dalam Al-Qur’an surat At Taghaabun ayat 3 yang berbunyi:
خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ بِالۡحَقِّ وَ صَوَّرَکُمۡ فَاَحۡسَنَ صُوَرَکُمۡ ۚ وَ اِلَیۡہِ الۡمَصِیۡرُ
Artinya:
“Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu dan hanya kepada Allah SWT. Kembali(mu).” (QS. At-Taghaabun ayat 3).

Doa Bercermin Agar Wajah Terlihat Bercahaya dan Cantik

Banyak wanita yang berpikiran bahwa diri mereka tidak cantik dan insecure terhadap diri mereka sendiri, mereka kadang lupa untuk bersyukur kepada Allah Swt apa yang telah diberikan kepadanya. Dengan Doa Bercermin kita dapat mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Bacaan Doa Bercermin Bahasa Arab

اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

Bacaan Doa Bercermin Versi Latin

“Allohumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii”.

Arti Doa Bercermin

“Ya allah, sebagaimana Engkau telah membaguskan penciptaanku, maka baguskanlah pula akhlakku”, (HR.Bazzar).

Selain itu ada juga bacaan Doa bercermin yang lebih panjang, contohnya sebagai berikut

Bacaan Doa Bercermin Versi Lengkap

Bacaan Doa Bercermin Lengkap Bahasa Arab

اللَّهُمَّ حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي وَحَرِّمْ وَجْهِي عَلَى النَّارِ

Bacaan Doa Bercermin Lengkap Versi Latin

“Allohumma kamaa hassanta kholqii fahassan khuluqii wa harrim wajhii allannaari”.

Arti Doa Bercermin Versi Lengkap

“Ya allah, sebagaimana Engkau telah menciptakanku dengan baik, maka baguskanlah pula akhlakku, dan haramkanlah wajahku atas neraka.” (HR.Bazzar).

Makna Dalam Doa Bercermin

Doa ini memang terlihat singkat, namun dibalik semua kesederhanaan itu tersimpan makna yang begitu indah dan dalam. Coba kita bisa memahami dengan baik, maka kita akan mendapatkan efek yang luar biasa dalam hidup kita.

Pada “Allahumma kamaa has anta khalqi”

Dalam bacaan “Allahumma kamaa has anta khalqi…” (اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ) memiliki arti “Ya Allah, sebagaimana Engkau telah membaguskan penciptaanku”.

Coba kita telaah lebih dalam, di kalimat itu memiliki pernyataan yang menyimpan makna syukur dan menuntut adanya rasa syukur.

dengan adanya keyakinan ini, kita akan lebih bersyukur akan bentuk fisik yang kita miliki

Kita akan puas dengan apa yang sudah dianugerahkan kepada kita. Karena sesungguhnya Allah Swt telah menciptakan manusia dengan sebaik – baiknya bentuk dan penciptaan.

Seperti yang sudah saya sampaikan di atas sebelumnya mengenai firman Allah dalam Al Qur’an surat At Taghaabun ayat 3:

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ بِالۡحَقِّ وَ صَوَّرَکُمۡ فَاَحۡسَنَ صُوَرَکُمۡ ۚ وَ اِلَیۡہِ الۡمَصِیۡرُ

Artinya:

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu dan hanya kepada Allah SWT. Kembali(mu).” (QS. At-Taghaabun ayat 3).

Patut diingat bahwa tiap individu memiliki keunikannya masing – masing, didalam keunikan itulah tiap orang bisa menemukan kelebihannya sendiri, disitulah nilai kecantikan terlihat.

Pada “Fa’ahsin khuluqii”

Pada bagian ini sebenarnya masih identik dengan yang pertama, perbedaannya hanya kalau yang pertama menunjukan ke penampilan fisik, yang ini lebih menonjol ke penampilan non fisik.

Dalam bacaan “Fa’ahsin khuluqii…” (فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ). Artinya “Maka, baguskanlah pula akhlakku”.

Kita diingatkan pada penampilan batin, yaitu akhlak/kepribadian kita. Kita harus ingat, bahwa cantik itu bukan semata – mata hanya dalam penampilan dan paras wajah saja.

Kecantikan itu adalah suatu yang keluar dari kita yaitu berupa akhlak yang mulia dan terpuji.

kecantikan hati yang akan benar-benar membedakan satu dengan lainnya

Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Qaaf ayat 22:

فَکَشَفۡنَا عَنۡکَ غِطَآءَکَ فَبَصَرُکَ الۡیَوۡمَ حَدِیۡدٌ

Artinya:

Maka, Kami singkapkan tirai yang menutup matamu dan tiba-tiba matamu hari ini menjadi amat tajam. (QS. Qaaf ayat 22)

Dan Rasulullah bersabda: 

Umatku akan dibangkitkan menjadi sepuluh golongan. Tuhan memilih mereka dari kaum muslimin dan mengubah bentuk mereka.

Sebagian berbentuk monyet, sebagian lagi berbentuk babi, sebagian lagi berjalan terbalik dengan kaki diatas dan muka dibawah lalu diseret-seret, sebagian lagi buta merayap-rayap, sebagian lagi tuli bisu tidak berpikir, sebagian lagi menjulurkan lidahnya yang mengeluarkan cairan menjijkan semua orang, sebagian lagi mempunyai kaki dan tangan yang terpotong, sebagian lagi disalibkan pada tonggak-tonggak api, sebagian lagi punya bau yang lebih menyengat dari bangkai, sebagian lagi memakai jubah ketat yang mengoyak-ngoyak kulitnya.

Pada “Waharrim wajhii’alan naari”

Pada bait akhir dalam doa bercermin berbunyi “….Waharrim wajhii ‘alan naari….” (وَحَرِّمْ وَجْهِي عَلَى النَّارِ) yang artinya “haramkanlah wajahku atas neraka”.

Dalam bait terakhir itu kita meminta Allah agar mengharamkan wajah kita dari api neraka, wajah kita merupakan pusat dari tubuh kita.

Jika wajah kita ternoda otomatis seluruh tubuh kita ikut ternodai, kalau wajah kita terawat bersih begitu pula tubuh kita. Betapa banyak kejahatan yang terjadi berawal dari wajah kita, sesungguhnya wajah adalah sumber pertama kali fitnah dan tumbuhnya tiap dosa.

Tata Cara Doa Bercermin

Bacalah doa saat bercermin diatas dengan ikhlas

Bacalah doa bercermin diatas dengan hati yang tulus ikhlas dari hati yang jernih, murni, dan bersih.

Tatap wajah anda di cermin dengan penuh rasa syukur

Tatap wajah kamu dalam – dalam dan bilang di hati kamu ” Ya Allah, nikmat yang kuterima hari ini semuanya adalah dari-Mu semata. Karena itu, hanya bagi-Mu segala puji dan hanya kepada-Mu rasa syukur dari semua makhluk-Mu.”

Jangan membanggakan diri anda sendiri

Janganlah kamu menyombongkan diri, sesungguhnya Allah Swt tidak menyukai orang yang menbanggakan diri.

Yang diperbolehkan hanyalah berlapang dada atas segala nikmat yang Allah berikan untuk hal-hal yang diridhai Allah.

Jangan menghinakan diri anda sendiri

Jangan menghinakan diri anda sendiri tapi intropeksilah diri kamu sendiri.

Jangan berbicara atau tertawa sendiri di depan cermin

khusyuklah dalam berdoa dan bersungguh – sungguh, hati dan pikiran kita terfokus hanya kepada Allah SWT, tidak kepada selain-Nya.

Demikianlah Doa bercermin versi arab, latin , arti dan makna penjelasan lengkapnya semoga membantu kita dalam segala hal yang rumit.

Share: