Skip to main content

Qurban Sebelum Aqiqah? Boleh simak penjelasannya

Hukum qurban sebelum aqiqah sesungguhnya tidak terdapat hubungannya antara keduanya. Aqiqah merupakan tanggung jawab orang tua pada anaknya sewaktu dilahirkan, tetapi itu dilakukan bila orang tua sanggup. Sebaliknya qurban merupakan peranan yang wajib dilakukan di usia dewasa bila sanggup. Kedua telah nyata tidak terdapat hubungannya bukan?

Tidak sebagaimana halnya shalat dan wudhu. Keduanya ibadah yang terpisah, tetapi wudhu jadi ketentuan sah shalat. Dalilnya, sabda Rasul shallallahu‘ alaihi wa sallam,

لاَتُقْبَلُصَلاَةٌبِغَيْرِطُهُورٍ

Tidak ada shalat kecuali dengan thoharoh.“( HR. Mukmin 224)

Untuk mengatakan amal A ialah syarat amal B, seluruhnya memerlukan dalil. Sementara tidak terdapatnya ajaran kalau aqiqah merupakan ketentuan sah qurban.

Pandangan Qurban Sebelum Aqiqah

Hadits yang menerangkan tentang hukum dari aqiqah, dapat anda simak definisinya di bawah ini:

Bersumber pada penjelasan Ibnul Mundzir rahimahullah berkata tentang aqiqah kalau:

“ Orang- orang‘ Aqlaniyyun( orang- orang yang mengukur fakta dengan akalnya, disaat ini seperti segerombol orang yang memanggil sebagai kalangan Islam Bebas) mengingkari sunnahnya aqiqah, opini mereka ini jelas menyimpang jauh dari hadist- hadist yang tsabit( shahih) dari Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam sebab berbohong dengan hujjah yang lebih lemah dari sarang laba- laba.”

[dikutip dari Ibnu Qayyim al- Jauziyah dalam kitabnya“ Tuhfatul Maudud” perihal. 20, serta Ibnu Hajar al- Asqalani dalam“ Fathul Bari”( 9 atau 588)].

Berdasarkan pemahaman dari Salman bin‘ Amir Ad- Dhabiy berkata perihal aqiqah bahwa Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam bersabda:

Aqiqah dilaksanakan karna kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.

[Shahih Hadits Riwayat Bukhari( 5472), lebih lengkap lagi dapat ditemui di Fathul Bari( 9 atau 590- 592), dan juga Irwaul Ghalil( 1171), Syaikh Albani].

Berikut sebagian penjelasan yang terdapat dalam Al Quran dan Hadits tentang qurban, dapat anda simak di bawah ini:

“Sesungguhnya kami telah memberikan karunia sangat banyak kepadamu, maka sholatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah qurban.”( QS. Al Kautsar: 1- 2).

Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang terdapat padanya (orang yang tidak meminta– minta) serta orang yang meminta. Daging– daging qurban dan darahnya itu sekali– kali tidak bisa menggapai( keridhaan) Allah, namun ketakwaan dari kamulah yang bisa mencapainya.” (QS. Al Hajj: 36- 37).

Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi- Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku ialah orang pertama– tama menyerahkan diri (kepada Allah).”( QS. Al An’ Am: 162- 163).

“Beliau pernah menginstruksikan untuk dibawakan 2 ekor kambing kibas bertanduk, yang kaki, perut dan sekitar matanya berwarna hitam. Hingga dibawakanlah kambing tersebut pada beliau untuk dijadikan qurban. Beliaupun berkata pada Aisyah,‘ Wahai Aisyah, ambilkan pisau.’ Setelah itu beliau mengambilnya, membaringkannya serta menyembelihnya seraya berharap:‘ Bismillaah, alloohumma taqobbal min muhammadin wa’ aali muhammad, wa min ummati muhammad.”

Meskipun seperti itu banyak orang yang salah anggapan serta berasumsi kalau orang yang belum melaksanakan aqiqah, maka qurbannya jadi tidak sah. Diantara yang sempat membuat gelisah masyarakat, munculya penjelasan ini yang tersebar di tengah mereka jika qurban sebelum aqiqah, status qurbannya tidak sah.

kesimpulannya kalau diperbolehkan qurban sebelum aqiqah. Kembali melihat mana yang waktunya tiba lebih dulu. Bila durasi qurban lebih dulu, maka ia dapat qurban terlebih dulu. Serta kebalikannya.

Refrensi: konsultasisyariah. com

Tinggalkan Balasan