Skip to main content
Kisah Nabi Saleh AS

Kisah Nabi Saleh AS Yang Jarang Diketahui Dan Mukjizat Unta Betina Yang Menakjubkan

Al-Qur’an menyimpan banyak kisah nabi dan rasul yang bisa diteladani, salah satunya Kisah Nabi Saleh AS. Kisah Nabi Saleh AS membawa pelajaran yang tidak pernah habis layaknya mata air yang tidak akan kering.

Nabi Saleh AS adalah seorang nabi yang diutus oleh Allah SWT kepada kaum Tsamud, suatu kelompok Arabia Kuno yang dikenal memiliki kecerdasan tinggi.

Kaum tersebut tinggal di suatu daerah bernama Al Hijr (kini dikenal dengan nama Hegra). Dulu, Al Hijr merupakan tempat tinggal kaum Ad, yaitu kaum yang mendustakan Nabi Hud AS. Tapi kaum tersebut telah dibinasakan oleh Allah SWT melalui angin topan selama 7 malam 8 hari.

Kisah Nabi Saleh AS Bermula Dari Al Hijr

Source : https://hajiumrahnews.com/

Al Hijr adalah daerah yang subur, makmur, serta memiliki kekayaan alam berlimpah. Nabi Saleh AS dan kaum Tsamud tinggal di daerah tersebut. 

Sebagai kelompok yang cukup maju, kaum Tsamud memiliki beberapa keahlian, seperti bercocok tanam dan beternak. Mereka juga mempelajari ilmu arsitektur. Beberapa bangunan mereka mempunyai karakteristik mirip bangunan Romawi Kuno. 

Namun, mereka memiliki sifat angkuh dan sering merendahkan penduduk lain. Kehidupan mereka penuh kemaksiatan dan dihiasi foya-foya. Mereka juga suka mabuk, berzina serta melakukan tindak kejahatan. 

Kaum Tsamud benar-benar sudah menyimpang dari ajaran Allah SWT. Karena itulah, Allah SWT mengutus nabi Saleh AS untuk membimbing kaum Tsamud kembali kepada jalan yang benar. 

Kisah Nabi Saleh AS Singkat : Awal Dakwah dan Respon Kaum Tsamud

Kisah Nabi Saleh AS
Source : internet

“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. Karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat rahmat-Nya lagi memperkenankan doa hamba-Nya”. (QS. Hud : 61)

Seperti yang diterangkan Al-Qur’an, dakwah menjadi bagian terpenting dalam kisah Nabi Saleh AS. Nabi Saleh selalu mengajak kaum Tsamud untuk menyembah Allah SWT semata. Ia juga menyampaikan kebenaran dan menyeru kaumnya untuk meninggalkan keburukan serta mengerjakan kebaikan. 

Tapi kisah Nabi Saleh AS diwarnai penolakan dari kaum Tsamud. Malah ada yang menentang nabi secara terang-terangan. Meski begitu, ada sebagian kecil yang menyambut baik seruan tersebut. Mereka meyakini bahwa apa yang disampaikan oleh Nabi Saleh AS merupakan kebenaran.

Kisah Nabi Saleh AS Kala Menjawab Tantangan Kaum Tsamud

Kisah Nabi Saleh AS
Source : internet

Ada sebagian kaum Tsamud yang bersikukuh menolak kebenaran yang dibawa oleh Nabi Saleh. Penolakan mereka terekam dalam Al-Qur’an dalam surah Hud ayat 62 sebagai berikut : 

“Hai Saleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan. Apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Sesungguhnya kami ragu dan khawatir terhadap agama yang kamu serukan kepada kami”. (QS Hud : 62)

Meski ditolak, tapi Nabi Saleh tidak lekas menyerah. Ia terus menyeru kepada Kaum Tsamud dan mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT. 

Hingga suatu hari, kaum Tsamud meminta nabi agar memperlihatkan suatu mukjizat kepada mereka. 

Nabi Saleh pun berdo’a kepada Allah SWT dan do’a tersebut diperkenankan oleh Allah SWT.

Allah pun memerintahkan nabi untuk memukulkan tangannya ke atas permukaan batu. Dalam waktu sekejap, batu itupun terbelah dan munculah seekor unta betina yang besar. Unta tersebut kemudian dikenal dengan nama unta betina Allah. 

Pembunuhan Unta Betina Allah dan Balasan Azab Dari Allah

Kisah Nabi Saleh AS

Unta betina ini memproduksi susu dan mampu mencukupi kebutuhan kaum kala itu. Tapi karena banyak minum air, kaum Tsamud menganggapnya sebagai pengganggu. Akhirnya, mereka membuat rencana jahat. Mereka membunuh unta tersebut.

Tindakan kaum Tsamud tersebut membuat Allah murka dan Nabi Saleh AS pun merasa kecewa. Sudah jelas bahwa Allah melarang siapapun menyakiti unta tersebut. Dan, nabi sudah menyampaikan peringatan tersebut sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an surah Hud ayat 64 berikut ini. 

“Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah sebagai mukjizat (yang menunjukan) kebenaran untukmu. Sebab itu, biarlah dia makan di bumi Allah dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.”.(QS Hud : 64)

Pada hari pertama (setelah pembunuhan), muncul gejala aneh pada wajah kaum Tsamud sebagai tanda datangnya azab dari Allah. Perlahan, wajah mereka berubah warna menjadi kuning. Lalu, pada hari kedua, wajah mereka berubah menjadi merah. Hari ketiga, wajah mereka berubah menjadi hitam. 

Meski telah merasakan hal itu, mereka tidak jua bertobat kepada Allah SWT. Padahal Nabi Saleh AS menasehati mereka untuk segera memohon ampunan.

Karena kekerasan hati mereka, Allah SWT pun menimpakan azab lebih besar berupa petir dan gempa bumi. Tak hanya itu, ada juga batu-batu besar yang berjatuhan menimpa mereka. Kaum Tsamud pun binasa dan tidak tersisa sedikitpun. 

Peristiwa ini secara jelas diceritakan dalam Surah Al-A’raf ayat 78 dan Surah Fussilat ayat 17 :

“Karena itu, mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.” (QS Al-A’raf :78). 

“Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk. Maka, mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Fussilat : 17)

Sementara, Nabi Saleh AS dan kaumnya diselamatkan Allah SWT melalui perintah hijrah ke daerah lain.

Pelajaran Dari Kisah Nabi Saleh AS

Kisah Nabi Saleh AS menyimpan banyak hikmah yang bisa kita petik. Pertama, kita menyaksikan kekuasaan Allah berupa mukjizat unta betina kepada nabi Saleh AS.

Kedua, Allah selalu memberikan waktu kepada hamba-Nya untuk bertobat sebelum turunnya azab. Kaum Tsamud sendiri setidaknya telah mendapat 3 kesempatan taubat, yaitu saat nabi berdakwah, ketika munculnya unta, dan waktu pembunuhan unta.

Terakhir dan tak kalah penting adalah, kita harus taat kepada Allah SWT dan utusan-Nya. Semua yang menentang Allah dan tidak menaati nabi & rasul (serta tidak bertobat), maka akan dibinasakan oleh Allah SWT. Sementara, taubat tidak lagi berguna jika Allah sudah menutup pintu ampunan-Nya. 

Mari bersama-sama kita teladani semua kebaikan dari Kisah Nabi Saleh AS. Ketika berbuat dosa, kita jangan berputus asa. Segeralah bertaubat agar tidak menyesal dan menjadi kaum merugi seperti kaum Tsamud.

Tinggalkan Balasan